Festival Kuasa Allah 8
8-9 Juni 2007, Jatim Expo Surabaya
Ketika melintas di Jalan Margorejo pada pukul 16.30 WIB, saya melihat banyak orang, tua muda, besar kecil, dari berbagai arah, berduyun-duyun melangkahkan kakinya menuju Gedung Jatim Expo. Padahal acara baru akan dimulai pada pukul 19.00 WIB.

Malam itu (8/6), di Festival Kuasa Allah (FKA) hari pertama, gedung Jatim Expo dipenuhi oleh 11.000 orang. Mereka sangat antusias, bahkan banyak dari mereka yang tidak kebagian tempat duduk rela berdiri sampai usainya acara.
Untuk pertama kalinya, FKA dilaksanakan di bawah Yayasan FKA, bersifat interdenominasi dan diadakan di Gedung Jatim International Expo, Surabaya. Sebelumnya, FKA diadakan di bawah Sinode Gereja Mawar Sharon dan bertempat di SSCC, PTC.

Gedung Jatim Expo adalah gedung yang baru saja dibangun oleh Pemerintah Kotamadya Surabaya, dan diresmikan oleh Gubernur Jatim, Imam Utomo pada tahun 2006. Gedung ini cukup luas karena berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar dengan kapasitas 8.200 kursi (model konferensi), 200 mobil di parkir basement, dan 500 mobil di open area. Letaknya cukup strategis karena berada di samping jalan arteri, Jalan Ahmad Yani. Sesuai prediksi, acara FKA sempat membuat jalan macet selama beberapa waktu.

Mengantisipasi lahan parkir yang terbatas, jauh-jauh hari panitia telah mengantisipasi dan mempersiapkan lahan parkir di beberapa tempat, seperti di Giant Hypermall, Graha Pena dan Royal Plaza.

"Kita percaya bahwa setiap orang yang hadir di sini telah dijamah Tuhan sehingga bisa datang ke tempat ini dengan baik, meski jalanan macet. Ini membuktikan bahwa kuasa Tuhan sudah bekerja bahkan sebelum acara ini berlangsung", kata Pst. Philip mengawali kotbahnya.

Antusiasme
Sebelum acara dimulai, pendoa yang jumlahnya ratusan datang lebih awal pada pukul 16.00 WIB. Mereka berdoa mengelilingi seluruh ruangan. Beberapa kelompok berdoa di dalam bilik-bilik doa yang ada di 4 sudut gedung Jatim Expo. Terlihat juga 30-an anak-anak Eaglekids dan Eagleteens juga ikut berdoa mendukung FKA 8.

Di atas panggung, seluruh pemusik, song leader, singer dan choir yang jumlahnya lebih dari 100 orang, sedang uji suara. Di belakang panggung, tim multimedia sedang memeriksa peralatannya, terutama transponder yang digunakan untuk menyiarkan FKA 8 secara langsung ke berbagai daerah di dalam negeri dan luar negeri. Di luar gedung, tim official kelihatan begitu sibuk mengatur kendaraan yang akan parkir dan memeriksa setiap barang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sejak pukul 16.30 WIB, ruangan lobi disesaki oleh orang yang mengalir masuk memasuki ruang utama. Di situ terlihat juga CV Pustaka Rajawali yang menjual Buku "Before 30", Buku "Kota Kusam" dengan bonus kaset khotbah, Buku "A Trip to Hell", dan lain-lain. Belok ke kiri dan kanan, terlihat meja-meja yang berjualan makanan dan minuman. Berderetan di pintu masuk ruangan utama, usher-usher menyambut orang-orang dengan ramah, mengantar mereka sampai tempat duduk, dan memastikan setiap mereka dapat mengikuti ibadah dengan nyaman.

Apa yang membuat banyak orang itu sangat antusias datang ke FKA 8? Apa yang membuat para panitia itu rela berdiri berjam-jam, dan rela capek untuk melayani? "Sebuah Perjumpaan Yang Tak Akan Terlupakan". Mungkin slogan itulah yang menginspirasi mereka. Mereka ingin mengenal Tuhan. Lebih lagi, mereka ingin "mengalami" hadirat dan kuasa Tuhan yang sungguh nyata. Dan benar saja, di penghujung FKA hari pertama malam itu, banyak orang disembuhkan. Ketika altar call, ratusan orang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hal ini sempat dimuat oleh beberapa media surat kabar di Surabaya keesokan harinya.

Saat hari kedua FKA 8, lebih banyak orang yang datang, kurang lebih 12.000. Panitia sampai menambah karpet untuk tempat duduk karena kursi sudah habis terpakai. Bilik-bilik untuk doa pelepasan sudah banyak didatangi sejak ibadah belum mulai. Mereka yang memiliki jimat-jimat, keterikatan dengan roh jahat, dilepaskan dan didoakan untuk menerima kuasa Allah. Luar biasa!

Kabar terakhir, di beberapa satelit yang menyaksikan secara langsung FKA 8, kuasa Allah juga dinyatakan atas umatNya. Ada orang-orang yang bertobat, dan ada juga yang disembuhkan dari sakit-penyakit.

Campur Tangan Tuhan

Meski pelaksanaan FKA 8 sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya, dan tidak ada kendala berarti selama ibadah, tapi FKA 8 tidak mungkin terlaksana tanpa campur tangan Tuhan sendiri. Saya percaya malaikat-malaikat Tuhan ikut bekerja, tidak kalah sibuknya, dengan para panitia.
Kuasa Allah itu sungguh indah untuk didengar, dirasakan dan dialami. FKA adalah kesempatan bagi saya dan semua orang untuk berjumpa dengan Allah melalui kuasa yang dinyatakanNya. FKA adalah kesempatan bagi kami semua, anak-anak Tuhan, untuk berbagi kasih Allah Bapa kepada sesama.

Seluruh penggembalaan dari Gereja Mawar Sharon mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan panitia dan jemaat yang setia menggunakan semua dana, daya dan dana untuk mendukung FKA 8. Kiranya Tuhan mencukupkan kebutuhan Anda dan memberi Anda damai sejahtera. Sekarang waktunya bagi kita mendoakan tindak lanjut FKA 8.

Perjumpaan pribadi dengan Tuhan masih terasa di ibadah minggu (10/6). Sepanjang 4 kali jam ibadah, masih ada saja orang yang menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus, dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.