Festival Kuasa Allah 13
8-9 Oktober 2010, Jatim Expo Surabaya
Mujizat terbesar dalam kehidupan manusia bukanlah orang lumpuh bisa berjalan, orang bisu bisa berbicara, atau orang sakit menjadi sembuh, melainkan perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus. Karena tanpa anugerah Tuhan, mustahil orang berdosa bisa menghampiri Allah dengan kehendaknya sendiri.

Festival Kuasa Allah (FKA) adalah tempat di mana kita bisa menyaksikan kuasa Allah dinyatakan atas orang berdosa sehingga mereka bisa percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi.

Sejak pukul 14.00 WIB, Jatim Expo telah dipenuhi volunteer. Beberapa kelompok yang tersebar di beberapa lokasi mendukung acara dengan berdoa untuk jiwa-jiwa yang hadir, cuaca, kesatuan hati, dan sarana prasarana pendukung. Beberapa lainnya berjalan di antara kursi-kursi kosong dan mendoakan jiwa-jiwa yang nantinya akan duduk di situ supaya mengalami hadirat Tuhan. Departemen pendukung lainnya seperti praise and worship, multimedia, creative ministry, dan lain-lain mempersiapkan acara dari tempatnya masing-masing.

Hari Pertama

"Istirahat sejati hanya ada di dalam Tuhan Yesus. Barangsiapa percaya kepada Yesus, ia tidak akan pernah gelisah, karena memiliki kepastian akan keselamatan jiwanya dan mengalami pemulihan dalam hidupnya." Demikian disampaikan Ps. Philip Mantofa pada hari pertama FKA 13 di Jatim Expo, JL. A. Yani, Surabaya.

Lebih dari 10.000 jemaat, termasuk 350 orang yang sakit, mengalir memenuhi seluruh tempat duduk di dalam gedung mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB. Jemaat datang tidak hanya menggunakan kendaraan pribadi, namun banyak juga yang menggunakan angkutan umum.

Setiap jemaat yang sakit, sejak kedatangan langsung diarahkan ke area khusus untuk didoakan. Beberapa mengalami kesembuhan, bahkan sebelum acara dimulai. Saat altar call, tercatat 237 orang menyatakan percaya kepada Tuhan Yesus.

Berikut beberapa kesaksian dari jemaat yang hadir di FKA 13 hari pertama:

Agustine (38 tahun) mengatakan, "Sebelumnya saya menderita rabun senja. Saya terbeban untuk mengajak teman yang sakit buta kronis datang ke FKA, tapi dia tidak mau. Tapi setelah pulang dari rumahnya, saya dijamah Tuhan dan mata saya bisa melihat normal."

Bapak Sunarto (64 tahun) mengatakan, "Saya menderita stroke sejak lama sehingga susah berjalan. Setelah datang ke FKA dan didoakan, saya bisa berjalan dengan mudah. Saya kagum dengan cara gereja ini memperhatikan orang sakit. Mereka tidak hanya didoakan, tetapi juga diberikan kata-kata dorongan dan semangat untuk bangkit."

Ibu Suwarni (57 tahun) mengatakan, "Saya menderita katarak selama 4 tahun sehingga tidak bisa melihat dengan jelas. Yang terlihat hanya kabut dan asap putih. Pukul 17.00 WIB saya didoakan terus hingga pada akhirnya bisa melihat dengan jelas. KKR ini bagus, saya belajar banyak mengenai memiliki tindakan iman."

Hari Kedua

"Kita harus senantiasa hidup dalam hadirat Tuhan. Di dalam hadiratNya ada terang ilahi, kesembuhan, dan pemeliharaan Tuhan." Demikian disampaikan Ps. Philip. Setiap orang yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi tidak berarti perjuangannya sudah usai, melainkan harus terus menjaga hidup kudus dan membangun hubungan yang akrab dengan Tuhan Yesus setiap hari. Dengan begitu, hadirat Tuhan akan menuntun hidup orang percaya semakin berkenan di hadapanNya.

Setiap jemaat antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir. Jumlah jemaat yang hadir pada hari kedua lebih banyak dari hari pertama, yaitu lebih dari 12.000 orang, termasuk 450 orang sakit. Seusai kotbah, Ps. Philip mengajak seluruh jemaat termasuk panitia dan volunteer untuk bersatu hati dan bergandeng tangan menyembah Tuhan. Ketika penyembahan dinaikkan, banyak jemaat mengalami jamahan Tuhan. Tidak sedikit yang meneteskan air mata. Saat beliau mengadakan altar call, tercatat 350 orang meresponi.

Berikut kesaksian beberapa jemaat yang hadir di hari kedua:

Christina (16 tahun) mengatakan, "Saya selama 6 tahun terakhir tidak bisa makan makanan keras dan nasi karena infeksi lambung. Saya diajak oleh teman saya untuk datang ke FKA. Puji Tuhan, saya didoakan dan di tengah acara mujizat terjadi! Saya bisa makan roti tanpa sakit!"

Lianawati (51 tahun) mengatakan, "Satu tahun lalu mengalami patah tulang di pergelangan kaki kanan sehingga susah berjalan. Kalau naik tangga harus mengangkat kaki satu per satu, pelan-pelan. Setelah didoakan pada FKA hari pertama, saya bisa berjalan tanpa sakit. Mujizat Tuhan sungguh luar biasa!".

FKA 13 sudah usai, namun gemanya telah membekas di hati setiap orang. Mereka diingatkan bahwa Tuhan Yesus masih hidup, berkuasa dan peduli dengan kehidupan kita. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan!