Festival Kuasa Allah 10
17-18 Oktober 2008, Pardede Hall, Medan
Festival Kuasa Allah (FKA) 10 yang diselenggarakan di Pardede Hall, Jalan Dr. TD Pardede Medan hari pertama, Jumat (17/10), dihadiri oleh kurang lebih 5000 orang.

Tuhan bekerja secara luar biasa, bahkan sebelum ibadah dimulai. Dalam kotbahnya malam itu, Ps. Philip mengutip Firman Tuhan dari Markus 8:1-4 yang bercerita tentang Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta. Kusta adalah jenis penyakit yang mengerikan dan menjijikkan di jamannya. Penyakit yang tidak ada obatnya pada jaman itu bahkan dianggap sebagai kutukan sehingga penderitanya dikucilkan dari masyarakat.

Demikian juga dengan dosa. Dosa membuat hubungan manusia dengan sesamanya menjadi rusak. Bahkan dosa membuat hubungan manusia dengan Allah terputus. Oleh karena itu, Allah yang Maha Kudus memandang dosa sebagai sesuatu yang menjijikkan. Tapi karena kasihNya, Allah rela turun ke dalam dunia untuk menebus manusia yang berdosa, memulihkan hubungan Allah dengan manusia, dan manusia dengan sesamanya.

Ps. Philip menegaskan, kunci pertama untuk menerima kesembuhan yang sejati adalah dengan percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.

Saat altar call, tercatat 156 orang memutuskan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Gembala Gereja Mawar Sharon (GMS) Distrik Sumatera, Ps. Yosep Moro Wijaya, SE usai ibadah sempat menuturkan bahwa pengunjung yang sakit pada FKA 10 ini lebih banyak sehingga tempat yang disediakan untuk mereka akan digandakan pada hari kedua.

Hari Kedua

Hari kedua penyelenggaraan FKA 10, Sabtu (18/10), berlangsung luar biasa. Pengunjung yang datang lebih ramai dari sehari sebelumnya. Lebih dari 6.000 orang antusias menikmati hadirat Allah. Banyak di antara mereka, khususnya yang sakit, datang beberapa jam lebih awal sebelum acara dimulai.

Pengunjung yang sakit ini dibawa kerabatnya dengan berbagai macam kendaraan. Ada yang memakai mobil pribadi, ambulance, angkutan kota bahkan ada juga yang menggunakan becak bermotor (betor). Tak ketinggalan sibuk, para usher yang dengan sigap membantu setiap orang sakit, mulai dari mengangkat, mendudukkan di kursi roda dan mendorong kursi roda ke tempat yang sudah disediakan.

Tepat pukul 18.30 WIB FKA 10 dimulai dengan pujian dan penyembahan. Mendekati pukul 19.00 WIB, panitia terpaksa menutup pintu masuk Pardede Hall karena ruangan sudah penuh, bahkan ada yang berdiri di sisi-sisi dalam gedung. Akhirnya pengunjung yang belakangan hadir dipersilakan mengambil tempat di tenda-tenda di luar Pardede Hall. Agar orang-orang di luar tetap bisa mengikuti ibadah, tenda-tenda tersebut dilengkapi juga dengan sejumlah layar lebar.

Setelah pujian dan penyembahan serta pemutaran rekaman kesaksian-kesaksian kesembuhan dari FKA sebelumnya, Ps. Philip Mantofa menyampaikan Firman Tuhan. Lalu, Ps. Philip mempersilakan orang-orang yang mengalami kesembuhan untuk menyampaikan kesaksian di atas panggung. Sementara itu, seluruh pengunjung diminta untuk saling bergandengan tangan tanpa putus dari depan hingga ke luar gedung. Bahkan untuk yang menyaksikan langsung di Surabaya juga melakukan hal yang sama untuk mengalami jamahan Roh Kudus.

Di bawah pentas, bagian orang sakit, Tim Pendoa terus-menerus mendoakan orang-orang untuk mengalami hadirat Tuhan dan kesembuhan. Altar call yang dilakukan Ps. Philip di sela-sela kesaksian kesembuhan disambut dengan antusias oleh para pengunjung yang belum mengenal Tuhan Yesus. Tercatat 538 orang menanggapi altar call.

Sementara itu Ketua Panitia FKA 10, Pdm. Robert Tedjasukmana, S.Sn mengatakan, panitia sudah berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik dibanding FKA 7 pada tahun 2006 lalu, baik dari fasilitas gedung maupun kesiapan panitia dan ratusan orang yang terlibat di dalam acara tersebut.

Ibadah pada hari Minggu (26/10), dilayani oleh Ps. Yosep Moro Wijaya, SE.. Hari itu tercatat 72 orang menyerahkan diri untuk dibaptis.

FKA 10 telah usai. Tetapi pekerjaan untuk kemuliaan Tuhan belum berakhir. Tim follow up terus bekerja agar mereka-mereka yang telah memutuskan untuk menerima Tuhan Yesus bisa terus dibina dan bertumbuh dalam imannya kepada Tuhan Yesus. Sebagaimana yang ditegaskan Ps. Philip dalam FKA ini biar segala kemuliaan atas kesuksesan penyelenggaraan acara ini hanya bagi Tuhan Allah. (Kontributor Medan)